![]() |
| Sampul depan novel The Secret Of Secret |
Bagaimana jika ternyata kita hidup di dalam banyak realitas, atau bahkan tidak terbatas, tetapi kita hanya melihat satu realitas saja karena terdapat filter dalam otak yang membatasi kesadaran kita untuk mengindra realitas yang lain. Fenomena seperti paranormal, telepati, ramalan, wahyu spiritual nabi-nabi, indra keenam, insting, penglihatan masa depan hingga pengalaman roh keluar tubuh adalah nyata dan bisa dijelaskan oleh sains?
Katherine Solomon, seorang ilmuwan Neotik (ilmu tentang kesadaran) dari Amerika akan menerbitkan sebuah buku tentang penemuannya yang secara radikal mengoreksi teori kesadaran yang selama ini dipahami secara umum; Kesadaran muncul dari proses reaksi kimia kompleks yang melibatkan miliaran neuron di dalam otak. Dalam kuliah umum yang Katherine sampaikan di Praha, Republik Ceko, dia secara meyakinkan mengemukakan berdasarakan penemuannya; Kesadaran tidak diciptakan di dalam otak, tidak pula terletak di dalam otak, tetapi ada dimana-mana. Katherine menyebutnya kesadaran nonlokal.
Dalam teori kesadaran nonlokal Katherine, otak dianalogikan sebagai sebuah radio dengan berbagai gelombang yang dipancarkan oleh ratusan bahkan ribuan stasiun pemancar di sekitarnya, tetapi radio hanya menerima satu gelombang sesuai dengan frekuensi yang disetel pada radio tersebut. Begitu juga dengan ponsel yang diselubungi berbagai data di sekitarnya, tetapi hanya menampilkan data sesuai dengan yang disetel di mesin pencari. Otak tidak menciptakan kesadaran, melainkan mengaksesnya dari kesadaran yang lebih besar, kesadaran yang bertebaran dimana-mana, tidak terikat ruang waktu, termasuk pada wujud kasar individu; kesadaran kosmik. Otak hanyalah pesawat penerima yang canggih dan kompleks yang diatur oleh sebuah senyawa kimia bernama gamma-aminobutyric acid (GABA), Asam aminobutirat gamma, sebagai filter kesadaran. Dalam kondisi tertentu, ketika kadar senyawa GABA menurun di dalam otak, saat itulah otak kehilangan filter dan dapat mengakses realitas lain di sekitarnya.
Faktanya, menurut Katherine, pengetahuan manusia tentang kesadaran nonlokal sama sekali bukanlah ilmu baru, bahkan itu adalah salah satu pengetahuan tertua di dunia dalam bentuk kepercayaan agama. Satu ikatan benang merah yang hampir ada dalam setiap kepercayaan agama manusia sejak dahulu adalah keyakinan bahwa roh tidak ikut lenyap bersama tubuh setelah kematian, melainkan kembali pada keberadaannya sebagai bagian dari kesadaran kosmik. Hal itu menjadi bukti bahwa kesadaran nonlokal telah diketahui sejak zaman dahulu. Adanya kejadian seperti ramalan, telepati, insting dan berbagai fenomena sejenisnya memperkuat argumen mengenai hal ini. Yang paling mendekati barangkali adalah syndrom savant, keadaan dimana seseorang mengalami cedera otak tiba-tiba bisa menguasai suatu keahlian baru yang bahkan tidak pernah dipelajari sebelumnya seperti bahasa, olahraga, atau berbagai jenis keahlian yang membutuhkan latihan dalam jangka waktu yang lama. Dalam dunia moderen, tidak sedikit penelitian yang berusaha mengungkap secara pasti tentang kesadaran nonlokal ini, salah satunya adalah proyek rahasia Stargate milik Amerika yang dikabarkan gagal secara total, akan tetapi buku ini menyanggahnya, proyek Stargate tidaklah gagal, melainkan bertransformasi menjadi lebih canggih.
Di luar pengetahuan Katherine, ada sebuah jaringan organisasi rahasia yang sedang mengawasinya, termasuk penelitian serta naskah bukunya yang akan segera terbit. Melalui serangkaian skenario yang rumit, tiba-tiba Katherine menghilang. Sementara itu, Robert Langdong, seorang Profesor dari Hardvard sekaligus teman Katherine yang menemaninya ke Praha dibingungkan dengan berbagai kejadian yang secara mendadak menghadapkan mereka pada musuh anonim dan menyudutkan mereka berdua sebagai buronan nasional dan harus berurusan dengan pihak Intelijen Nasional Ceko.
Berkejaran dengan waktu, Langdon berusaha mencerna semua kejadian tidak masuk akal yang menimpanya sambil mencari keberadaan Katherine di tengah-tengah kejaran Anggota Badan Intelijen dan organisasi yang bahkan belum dia ketahui tahu apa nama dan tujuannya. Insting dan sikap skeptisisme Langdong bahkan menolak untuk terlalu percaya sepenuhnya pada Kedutaan Besar Amerika yang berjanji memberikan perlindungan padanya dan Katherine yang kini menghilang tanpa jejak yang bisa dilacak. Berbekal pengetahuan sebagai Profesor ahli Ikonologi dan ingatan eidetiknya, Langdon berusaha memecahkan teka-teki dan simbol-simbol sembari mengingat-ingat percakapannya dengan Katherine mengenai apa sebenarnya yang ditemukannya. Seberbahaya apa sehingga ada pihak yang merasa terancam dengan diterbitkannya buku itu, bahkan melabelinya sebagai ancaman nasional.
Seperti itulah premis utama dalam novel terbaru Dan Brown, The Secret of Secret. Pemilihan Praha; Kota Seratus Menara atau kota moderen paling magis, sebagai latar tempat dalam novel ini sangat sempurna untuk Dan Brown yang dalam novel-novelnya lekat dengan perpaduan trisula sejarah, mitos dan sains. Kejadian tidak terduga yang berkaitan dengan teknologi dan ilmu pengetahuan moderen yang entah bagaimana; secara cerdik melibatkan Robert Langdon dalam rangkaian teka-teki rumit dan simbol-simbol kuno yang seperti bom waktu menuntut Langdon untuk memecahkannya secepat mungkin. Seperti kata teman Robert (dalam novel ini), Langdon memiliki kebiasaan mengkhawatirkan, selalu saja berada di pusat masalah.
Dengan berbagai kemajuan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi futuris yang dibahas dalam buku ini membuat kita menyadari bahwa batas antara mitos dan sains semakin menipis. Katherine mengatakan apa yang ia temukan akan mengguncang fundamental para penganut materialisme fanatik.
Unsur mistisisme seperti keberadaan Golem, mahluk mitologi dalam kebudayaan Praha dan Yahudi juga dihadirkan dalam novel ini. Kehadirannya menjadi salah satu pertanyaan besar dari awal novel bagaimana sang penulis akan menjelaskan keberadaanya dari sudut pandang sains, dan akan menjadi salah satu plot twist yang membuat kita sebagai pembaca menahan napas.
Penggambaran tempat-tempat bersejarah yang megah secara akurat dan mendetail seakan mengajak kita menyusuri kelokan lorong-lorong di antara bangunan lintas zaman yang membentang secara nyata di depan mata dengan kisah masa lalunya masing-masing.
Dalam novel ini, Dan Brown kembali melibatkan Katherine Solomon, salah satu figur (teman dekat Robert Langdong) yang pernah muncul dalam novelnya yang berjudul The Lost Symbol (2009) meskipun kedua novel ini tidak berhubungan secara garis waktu.
Alih-alih fiksi sains, buku ini lebih mendekati buku pegangan para sufi. Sesuai judulnya The Secret Of Secret (Rahasia dari Semua Rahasia) novel ini berusaha menguak salah satu misteri terbesar dalam pertanyaan umat manusia: Kesadaran. Penulis juga menjelaskan secara singkat bagaimana proses kematian dan ruh sebagai kesadaran abadi. Tetapi tidak menjelaskan lebih jauh apa yang terjadi setelah kematian itu, pertanyaan yang sama pada novel Origin (2017); darimana kita berasal dan akan menuju ke mana?
Satu pertanyaan besar saya pribadi pada sosok Robert Langdon dari semua novel yang melibatkan dirinya adalah kenapa dia selalu tepat dalam mengambil keputusan meskipun kadang diluar pengetahuannya terjawab di buku ini; karena adanya kesadaran nonlokal. Terlepas dari kecerdasannya, Robert Langdon tetaplah manusia biasa yang tidak jarang menggunakan instingnya dalam membuat keputusan.
Seperti novel pendahulunya, Dan Brown selalu menghadirkan kontroversi dan dilema moral: Kemajuan ilmu pengetahuan berkah atau bencana bagi umat manusia itu sendiri, sebab ia tidak selalu berada dalam genggaman orang yang tepat.
Membaca novel Dan Brown saya selalu siap dengan mesin pencari internet untuk mencari tahu setiap ekperimen, organisasi, sejarah, simbol, tokoh-tokoh di dunia nyata yang disebutkan di dalam buku. Khusus untuk eksperimen sains, simbol, dan organisasi yang disebutkan dalam buku dinyatakan oleh Dan Brown adalah nyata.
Judul: The Secret Of Secret
Penulis: Dan Brown
Tahun: 2025
Penerbit Bahasa Indonesia: Mizan
Penerjemah Bahasa Indonesia: Prisca Primasari, Yuliani Liputo & Esti A. Budihabsari
Halaman: 744 halaman
Novel Dan Brown yang melibatkan Robert Langdong sebagai tokoh utama sebelumnya; Angels & Demons (2000), The Da Vinci Code (2003), The Lost Symbol (2009), Inferno (2013), Origin (2017).
![]() |
| Disclaimer dalam buku |
![]() |
| Saya beruntung bisa mendapat buku edisi terbatas bertanda tangan penulis |







